Senin, 13 Februari 2023

Budidaya Alpukat


Buah alpukat adalah  buah yang memiliki kandungan lemak nabati yang tinggi. Daging buahnya sangatlah legit dan kaya akan manfaat yang bagus bagi kesehatan. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah. Alpukat termasuk dalam kingdom plantae (tumbuhan), subkingdom tracheobionta (tumbuhan berpembuluh), super divisi spermatophyta (menghasilkan biji), divisi magnoliophyta (tumbuhan berbunga), kelas magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)  dan  sub kelas magnoliidae. Alpukat atau avocad adalah salah satu jenis buah yang berasal dari famili Lauraceae dan genus Persea dengan nama latin Persea americana.

Buah alpukat kaya akan manfaat, diantaranya dengan mengkonsumi buah alpukat dapat menurunkan risiko hipertensi, menurunkan risiko stroke, menurunkan risiko serangan jantung,  mencegah anemia gizi. Selain itu, alpukat dapat digunakan sebagai bahan kosmetik atau sebagai masker . Jus Alpukat dapat dikonsumsi dalam keadaan segar dan secara langsung. Rajin mengkonsumsi banyak lagi yang lainnya. Banyak manfaat yang diperoleh dengan budidaya alpukat. alpukat juga dapat menjaga kesehatan mata, mengobati maag, menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dan masih.

Selain itu, budidaya alpukat juga dinilai menguntungkan karena produktifitasnya yang tinggi meskipun tanaman masih berumur muda. Selain itu, perawatan alpukat ini juga tergolong mudah dan tidak memerlukan banyak biaya. Hampir semua jenis alpukat bisa ditanam didataran rendah. Namun perbedaan dataran/elevasi akan berpengaruh pada kwalitas rasa buah, penampilan buah, kecepatan pohon berbuah dan tingkat produktivitas buah.

 

Tanaman alpukat terdiri dari  tiga tiper keturunan/ras berdasarkan sifat ekologisnya antara lain ras Hindia Barat, ras Guatemala dan ras Meksiko. Ras Hindia Barat buahnya berukuran besar dengan berat antara gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Untuk ras Guatemala buah  berukuran cukup besar, berat berkisar antara gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. Sedangkan untuk ras Meksiko bercirikan buah kecil dengan berat gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar tanaman alpukat agar mampu tumbuh dengan subur dan cepat berbuah. Pertama dalam hal pemilihan bibit, sebaiknya dipilih dari hasil perbanyakan vegetatif melalui okulasi atau sambung pucuk. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Bibit dipilih dengan tampilan fisik yang sehat, tegak, segar, memiliki perakaran yang kuat dan tidak terserang hama dan penyakit.

Tanaman alpukat untuk dapat tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, sistem drainase/pembuangan air yang baik, subur dan banyak mengandung bahan organik.  Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir, lempung liat dan lempung endapan. Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. Lahan untuk budi daya alpukat sebaiknya dibersihkan dari gulma, tanaman liar semak semak, dan bebatuan. Jarak tanam yang digunakan dalam budi daya alpukat adalah 6x6 m, dengan popolasi 278 bibit per Ha. Bisa juga ditanam dengan jarak tanam 7x7 m dengan populasi 204 bibit per Ha. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 70 cm dan lebar 70x70 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. Saat menggali, tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. Tanah bagian atas dicampur dengan 25 kg pupuk kandang. Selanjutnya, lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Lubang tanam yang sudah ditutup tanah diberi tanda berupa ajir agar posisi tanam tidak keliru. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau sehingga penanaman bibit alpukat dapat dilakukan pada awal musim hujan.

Setelah bibit dan lubang tanam siap, bibit dapat dimasukkan ke dalam lubang tanam. Bibit dalam polybag semai dibuka dahulu dengan hati-hati, jangan sampai media semai hancur. Bibit ditimbun dengan tanah bekas galian lubang dan dilakukan penyiraman. Selanjutnya, setiap bibit alpukat yang sudah ditanam sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, dan siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini dipasang kurang lebih selama 2-3 minggu hingga tunas-tunas baru tumbuh.

Dalam pemeliharaan bibit alpukat, ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan agar bibit alpukat mampu tumbuh dengan optimal. Beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah penyiraman, pemupukan, penyiangan, pemangkasan, dan penggemburan. Bibit alpukat yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari. Namun, saat musim penghujan penyiraman tidak perlu dilakukan lagi.

Untuk pemupukan dilakukan secara teratur sebanyak 4 kali dalam setahun dengan jumlah pupuk yang diberikan bergantung pada umur tanaman. Pupuk yang biasa digunakan untuk pemupukan adalah pupuk urea, TSP, dan KCl. Pemupukan dilakukan dengan cara dimasukan ke dalam lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman dengan kedalaman sekitar 30 cm hingga 40 cm. Agar tanaman alpukat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma di sekitaran tanaman harus disiangi secara rutin. Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh di sekitar bibit alpukat dengan menggunakan cangkul atau alat manual lainnya. Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair. Tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. Proses pengemburan dapat menggunakan bantuan alat cangkul dan sejenisnya. Lakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak memutus akar tanaman alpukat miki. Setelah itu alpukat sudah mulai berbuah setelah berumur sekitar 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, jika ditanam dengan sistem vegetatif biasanya akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 5 hingga 8 tahun bergantung pada perawatan yang diberikan. Biasanya buah akan dapat dipanen setelah 6 hingga 7 bulan setelah bunga mekar.

ReWrite : Mahli, SP

Sumber : http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/89688/BUDIDAYA-ALPUKAT/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar